Text
#identity: Hashtagging Race, Gender, Sexuality, and Nation
Sejak diluncurkan pada tahun 2006, Twitter telah menjadi platform utama untuk kinerja politik, aktivisme keadilan sosial, dan debat publik berskala besar mengenai ras, etnisitas, gender, orientasi seksual, dan kewarganegaraan. Platform ini telah memberdayakan kelompok minoritas untuk mengorganisir protes, mengemukakan perspektif yang seringkali tidak terwakili, dan membentuk komunitas. Namun, Twitter juga telah menyebarkan tagar yang digunakan untuk mengintimidasi dan membungkam perempuan, orang kulit berwarna, dan komunitas LGBTQ. #identity merupakan salah satu buku akademik pertama yang membahas dampak positif dan negatif Twitter terhadap dunia kontemporer kita. Para kontributor, yang berasal dari berbagai bidang akademik, terafiliasi dengan The Color of New Media, sebuah kolektif akademik yang berbasis di University of California, Berkeley. The Color of New Media mengeksplorasi persimpangan antara studi media baru, teori ras kritis, studi gender dan perempuan, serta studi pascakolonial. Esai-esai dalam #identity membahas topik-topik seperti gerakan keadilan sosial yang diorganisir melalui #BlackLivesMatter, #Ferguson, dan #SayHerName; kontroversi seputar #WhyIStayed dan #CancelColbert; penggunaan Twitter di India dan Afrika; integrasi tagar seperti #nohomo dan #onfleek yang telah menjadi bagian dari bahasa sehari-hari online; serta cara-cara lain di mana Twitter telah digunakan oleh, untuk, dan melawan perempuan, orang kulit berwarna, LGBTQ, dan komunitas Global Selatan. Secara kolektif, esai-esai dalam volume ini menawarkan pandangan interdisipliner kritis tentang bagaimana dan mengapa media sosial telah menjadi inti dari AS
No copy data
No other version available