Text
A Language of Song; Journeys in the Musical World of the African Diaspora
Dalam A Language of Song, Samuel Charters—salah satu kolektor musik Afrika-Amerika yang pionir—menulis tentang perjalanannya ke Afrika Barat di mana ia menemukan “pertemuan budaya dan sejarah berkelanjutan yang melatarbelakangi luapan ekspresi musik yang [ia] temui di mana-mana. . . dari Brasil ke Kuba, ke Trinidad, ke New Orleans, ke Bahama, ke aula dansa Louisiana barat dan gereja-gereja besar Harlem.” Dalam buku ini, Charters mengajak pembaca ke tempat-tempat tersebut dan tempat-tempat lain, termasuk Jamaika dan Georgia Sea Islands, saat ia menceritakan pengalaman selama setengah abad mengikuti, mendokumentasikan, merekam, dan menulis tentang musik yang dipengaruhi Afrika di Amerika Serikat, Brasil, dan Karibia. Setiap dari empat belas bab buku ini adalah penggambaran yang jelas tentang lokasi tertentu yang dikunjungi Charters. Meskipun musik selalu menjadi fokusnya, buku ini dipenuhi dengan detail tentang individu, sejarah, lanskap, dan budaya. Dalam narasi orang pertama, Charters menceritakan perjalanan termasuk perjalanan ke rumah Scott Joplin, komposer ragtime legendaris di St. Louis, dan perjalanan ke Afrika Barat, di mana ia bertemu seorang pria yang menampilkan lagu berjam-jam tentang penaklukan kolonial pertama Eropa di Gambia. Sepanjang buku, Charters menelusuri kegigihan budaya musik Afrika meskipun ada perbudakan, serta pengaruh lagu-lagu budak pada bentuk-bentuk musik selanjutnya. Dalam prosa yang menggugah, ia menceritakan perjalanan dan penelitian seumur hidup, mendengarkan band kuningan di New Orleans; menyelidiki munculnya musik reggae, ska, dan rock-steady di aula dansa Jamaika; dan menjelajahi sejarah musik Afro-Kuba melalui kehidupan musisi jazz Bebo Valdés. A Language of Song adalah ekspedisi unik yang dipimpin oleh salah satu penjelajah musik yang paling jeli dan berpengalaman.
No copy data
No other version available