Text
A Metaphoric Mind: Selected Writings of Joseph Couture
Volume ini merupakan kumpulan tulisan terpilih dari Dr. Joseph Couture (1930–2007), seorang tetua keturunan Cree/Métis dan akademisi perintis yang mendedikasikan hidupnya untuk mendefinisikan kembali cara memandang dunia terhadap kearifan pribumi. Buku ini menyajikan pemikiran kritis Couture selama lebih dari tiga dekade mengenai pendidikan, spiritualitas, keadilan, dan penyembuhan bagi masyarakat adat di Kanada. Tujuan dan Cakupan: Karya ini bertujuan untuk menyediakan akses terhadap epistemologi pribumi melalui konsep "Pikiran Metaforis" (Metaphoric Mind). Cakupannya meliputi kritik terhadap sistem pendidikan Barat yang kaku, eksplorasi terhadap peran tetua sebagai pemegang pengetahuan primer, serta pengembangan model psikologi yang dihapus pada nilai-nilai tradisional. Couture menantang pembaca untuk memahami bahwa pengetahuan pribumi bukan sekadar artefak masa lalu, melainkan sistem pemikiran yang hidup dan esensial bagi masa depan. Konten Utama: 1. Epistemologi Pribumi: Penjelasan mengenai bagaimana cara mengetahui masyarakat adat berbeda dari paradigma positivisme Barat, dengan tekanan pada intuisi, mimpi, dan hubungan simbolis. 2. Pendidikan dan Transformasi: Esai-esai yang membahas perlunya dekolonisasi kurikulum dan pentingnya mengintegrasikan kearifan tradisional ke dalam institusi pendidikan tinggi. 3. Keadilan dan Penyembuhan: Analisis mengenai sistem keadilan bagi masyarakat adat dan pentingnya upacara tradisional dalam proses rekonsiliasi serta pemulihan trauma kolektif. 4. Peran Sesepuh (Tetua): Dokumentasi mengenai fungsi sosial dan spiritual tetua sebagai “perpustakaan hidup” yang menjaga keutuhan identitas budaya. Signifikansi: "A Metaphoric Mind" adalah dokumen fundamental dalam studi pribumi (Indigenous Studies) di Amerika Utara. Tulisan-tulisan Couture tetap relevan sebagai panduan bagi para pendidik, praktisi hukum, dan pekerja sosial dalam memahami dinamika budaya asli. Buku ini menegaskan posisi Joseph Couture sebagai tokoh kunci yang berhasil menyatukan dua dunia: tradisi lisan yang sakral dan tradisi akademik yang analitis.
No copy data
No other version available