Text
A New Vision for Islamic Pasts and Futures
Karya digital yang inovatif ini mengundang pembaca untuk membayangkan Islam secara baru. Melampaui pendekatan teologis, nativis, dan orientalis konvensional, Shahzad Bashir melepaskan Islam dari identifikasi geografis dengan Timur Tengah, artikulasi melalui otoritas laki-laki saja, dan asumsi bahwa ekspresi pramodern lebih otentik Islami daripada yang modern. Berfokus pada waktu sebagai konstruksi manusia, A New Vision for Islamic Pasts and Futures menafsirkan cerita dan gambar, memperhatikan bukti dan metode interpretasi. Islam, dalam penuturan Bashir, adalah jaring luas jejak-jejak yang saling terhubung yang tampak berbeda tergantung pada sudut pandang dari mana mereka dilihat. Melengkapi narasi dengan bukti visual yang ekstensif, bentuk digital multimodal ini mewujudkan multiplisitas analisis dan perspektif proyek, memberikan kualitas yang berubah-ubah yang menjembatani kesenjangan antara merasakan Islam dan memahaminya, antara merasakannya sebagai kehadiran yang kuat dan menganalisisnya melalui sarana intelektual. Edisi interaktif yang dapat diakses secara terbuka ini memungkinkan pembaca untuk memasuki Islam melalui beragam pintu, masing-masing mengarah ke periode waktu yang berbeda di berbagai belahan dunia. Bashir membahas Islam sebagai fenomena dan sebagai wacana—diamati dalam lingkungan binaan, benda material, lukisan, jejak linguistik, narasi, dan situasi sosial. Dia menggunakan genre sastra, termasuk epos, puisi dan doa devosional, dan novel modern; seni dan arsitektur dalam berbagai bentuk; budaya material, dari benda mewah hingga pernak-pernik murah; dan bentuk media seperti foto, grafiti, dan film. Antarmuka digital berlapis buku ini memungkinkan eksplorasi dan keterlibatan dengan materi visual dan bukti multimedia yang kaya ini yang tidak mungkin dilakukan dalam volume cetak. Sebuah kolaborasi antara MIT Press dan Digital Publications Initiative dari Brown University. Didukung oleh Andrew W. Mellon Foundation, Carnegie Corporation of New York, MIT Press, dan Digital Publications Initiative dari Brown University. ;;; Dalam buku ini, Ziauddin Sardar menantang cara pandang tradisional terhadap sejarah Islam. Ia berargumen bahwa umat Islam perlu merebut kembali narasi masa lalu mereka untuk membangun masa depan yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan relevan dengan dunia modern. Buku ini sangat relevan bagi peneliti di bidang Futures Studies (Studi Masa Depan) dan pemikiran Islam kontemporer.
No copy data
No other version available