Text
A Passion for Cooperation; Adventures of a Wide-Ranging Scientist
A Passion for Cooperation adalah otobiografi menarik dari Robert Axelrod, salah satu ilmuwan paling terkenal dan luas jangkauannya dalam lima puluh tahun terakhir. Setelah diakui oleh Presiden Kennedy sebagai ilmuwan muda yang menjanjikan saat masih di sekolah menengah, Axelrod membangun karier yang didedikasikan untuk berkolaborasi dengan profesor sekolah bisnis, cendekiawan hubungan internasional, ilmuwan politik, ilmuwan komputer, dan bahkan ahli biologi evolusi serta peneliti kanker. Lima puluh tahun kemudian, ia dihormati oleh Presiden Obama dengan National Medal of Science atas pencapaian dan kepemimpinan ilmiahnya, dan karyanya disebut sebagai standar emas penelitian interdisipliner. Namun, otobiografi Axelrod bukan hanya catatan tentang hasratnya yang luas terhadap kerja sama. Ini mengungkapkan perjuangannya untuk mengatasi kegagalan dan mengalami kegembiraan dalam memperoleh wawasan baru tentang cara mencapai kerja sama. A Passion for Cooperation menceritakan petualangan Robert Axelrod berbicara dengan pemimpin organisasi Hamas, Perdana Menteri Israel, dan Menteri Luar Negeri Suriah. Axelrod juga berbagi cerita tentang dijamu di Kazakhstan oleh jenderal pensiunan Soviet senior dan mengunjungi Tiongkok dengan penasihat kebijakan yang memiliki koneksi baik mengenai aspek militer konflik siber. Melalui kisah-kisah kesulitan dan imbalan kolaborasi interdisipliner, pembaca akan menemukan bagaimana karya akademik dan praktis Axelrod telah memperkaya satu sama lain dan menunjukkan bahwa peluang untuk kerja sama jauh lebih besar daripada yang umumnya diperkirakan. ;;; Buku ini menyimpulkan bahwa kerja sama (kooperasi) bukanlah sekadar teori akademik, melainkan sebuah kekuatan praktis yang dapat menembus batas-batas disiplin ilmu dan konflik politik yang paling tajam sekalipun. Perjalanan karier Axelrod menjadi bukti bahwa pendekatan interdisipliner adalah "standar emas" dalam memecahkan masalah kompleks dunia. Poin-poin utama dari kesimpulan ini adalah: 1. Esensi Interdisipliner: Keberhasilan ilmiah Axelrod berakar pada kemampuannya berkolaborasi lintas bidang, mulai dari ilmu politik dan komputer hingga biologi evolusi dan riset kanker. 2. Teori yang Hidup: Pengalaman Axelrod berdialog dengan para pemimpin di zona konflik (seperti Hamas, Israel, dan Suriah) menunjukkan bahwa teori kerja sama memiliki aplikasi nyata dalam diplomasi internasional dan keamanan siber. 3. Kemanusiaan dalam Sains: Otobiografi ini mengungkapkan sisi manusiawi dari penelitian, termasuk perjuangan menghadapi kegagalan dan kegembiraan dalam menemukan wawasan baru, yang membuktikan bahwa sains adalah proses emosional sekaligus intelektual. 4. Optimisme Global: Pesan inti buku ini adalah sebuah ajakan untuk melihat bahwa peluang kerja sama di dunia jauh lebih besar daripada yang dibayangkan, asalkan ada keinginan untuk berkolaborasi melampaui sekat-sekat ideologi dan profesi.
No copy data
No other version available