Text
A People's Green New Deal
Gagasan Green New Deal diluncurkan ke dalam kesadaran publik oleh Anggota Kongres AS Alexandria Ocasio-Cortez pada tahun 2018. Mengingat ambisi luas dari nama yang sama, gagasan ini telah menjadi kata kunci di era krisis iklim global saat ini. Namun apa – dan untuk siapa – Green New Deal itu?. Dalam buku yang ringkas dan mendesak ini, Max Ajl memberikan gambaran umum tentang berbagai Green New Deal arus utama. Dengan kritis melibatkan para pendukungnya, dasar ideologis, dan keterbatasannya, ia kemudian menguraikan alternatif radikal: 'Kesepakatan Hijau Baru untuk Rakyat' yang berkomitmen pada penurunan pertumbuhan, anti-imperialisme, dan agro-ekologi. Ajl mendiagnosis akar krisis sosio-ekologis saat ini sebagai muncul dari sistem dunia yang didominasi oleh logika kapitalisme dan imperialisme. Menyelesaikan krisis ini, ia berpendapat, membutuhkan tidak kurang dari transformasi infrastruktur dan pertanian di Global Utara, dan konvergensi industri antara Utara dan Selatan. Seiring dengan semakin dalamnya krisis iklim dan bertambahnya literatur tentang subjek tersebut, Kesepakatan Hijau Baru untuk Rakyat menyumbangkan perspektif yang khas untuk perdebatan. ;;; Gagasan Green New Deal (GND) telah bergeser dari sekadar jargon politik menjadi medan pertempuran ideologis dalam menghadapi krisis iklim global. Max Ajl menegaskan bahwa GND arus utama yang selama ini dipopulerkan sering kali gagal karena masih berpijak pada logika kapitalisme dan imperialisme yang justru menjadi akar krisis sosio-ekologis. Sebagai jalan keluar, Ajl menawarkan "Green New Deal Rakyat"—sebuah manifesto radikal yang menuntut transformasi total melampaui sekadar transisi teknologi. Inti dari kesimpulan ini adalah: 1. Transformasi Sistemik: Krisis iklim tidak akan selesai tanpa membongkar sistem dunia yang imperialistik. 2. Keadilan Global: Dibutuhkan konvergensi industri yang adil antara Global Utara dan Global Selatan, termasuk komitmen terhadap degrowth (pengurangan konsumsi) di negara-negara kaya. 3. Kedaulatan Ekologis: Menempatkan agroekologi dan perubahan infrastruktur sebagai pilar utama untuk menggantikan model eksploitasi saat ini. Singkatnya, buku ini menyimpulkan bahwa penyelamatan planet Bumi hanya mungkin terjadi melalui perjuangan kelas internasional yang memprioritaskan keadilan sosial dan dekolonisasi di atas akumulasi modal.
No copy data
No other version available