Text
A People's History of the Second World War; Resistance Versus Empire
A People's History of the Second World War mengungkap sejarah perang yang menarik seperti yang diperjuangkan 'dari bawah'. Hingga kini, sebagian besar catatan sejarah berfokus pada konflik antara kekuatan Sekutu dan Poros untuk dominasi imperialis. Donny Gluckstein menunjukkan bahwa sebenarnya antara tahun 1939 dan 1945 dua perang yang berbeda diperjuangkan – satu 'dari atas' dan satu 'dari bawah'. Menggunakan contoh dari negara-negara di bawah kekuasaan Nazi, di koloni-koloni dan di dalam kubu Poros dan Sekutu, Gluckstein menghidupkan perjuangan yang sangat berbeda dari gerakan rakyat dan perlawanan yang berkembang pesat selama perang. Dia menunjukkan bagaimana mereka tidak hanya melawan fasisme, tetapi juga kolonialisme dan kekaisaran, dan dikhianati oleh Sekutu pada akhir perang. Buku ini secara fundamental akan menantang pemahaman kita tentang Perang Dunia Kedua – baik tentang orang-orang yang memperjuangkannya maupun alasan mengapa perang itu diperjuangkan. ;;; Buku ini menyimpulkan bahwa Perang Dunia II bukanlah sebuah konflik tunggal, melainkan sebuah perang ganda yang terjadi secara bersamaan namun dengan tujuan yang sangat bertolak belakang. Gluckstein mendekonstruksi narasi sejarah konvensional yang selama ini hanya berfokus pada strategi militer negara-negara besar. Poin-poin utama kesimpulannya adalah: 1. Dikotomi Perang: Terdapat perbedaan tajam antara "Perang dari Atas" (persaingan antar-kekuatan imperialis untuk dominasi global) dan "Perang dari Bawah" (perjuangan rakyat demi kebebasan, demokrasi, dan keadilan). 2. Perlawanan Multidimensi: Gerakan rakyat selama tahun 1939–1945 tidak hanya ditujukan untuk menghancurkan Fasisme (Nazi/Jepang), tetapi juga melawan praktik Kolonialisme dan Imperialisme yang dilakukan oleh pihak Sekutu sendiri. 3. Pengkhianatan Pasca-Perang: Buku ini menyimpulkan bahwa pada akhir perang, aspirasi radikal dari gerakan perlawanan rakyat sering kali dikhianati oleh negara-negara Sekutu demi mengembalikan tatanan kekuasaan lama dan kontrol imperial. 4. Pergeseran Paradigma: Memahami Perang Dunia II melalui sudut pandang rakyat jelata secara fundamental mengubah alasan mengapa perang itu diperjuangkan—bukan sekadar tentang kemenangan militer, melainkan tentang upaya rakyat untuk membentuk dunia baru yang lebih adil.
No copy data
No other version available