OPEN EDUCATIONAL RESOURCES

UPA PERPUSTAKAAN UNEJ | NPP. 3509212D1000001

  • Home
  • Admin
  • Select Language :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesian Japanese Malay Persian Russian Thai Turkish Urdu

Search by :

ALL Author Subject ISBN/ISSN Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
Image of A Poetics of Plot for the Twenty-First Century; Theorizing Unruly Narratives
Bookmark Share

Text

A Poetics of Plot for the Twenty-First Century; Theorizing Unruly Narratives

Richardson, Brian - Personal Name;

Kisah, dalam pengertian terluas dari istilah tersebut, bisa dibilang merupakan aspek terpenting dari narasi. Namun dengan maraknya penulisan antimimetik, teori naratif tradisional tidak memadai untuk mengonseptualisasikan dan membuat teori tentang sejumlah besar narasi inovatif. Dalam A Poetics of Plot for the Twenty-First Century: Theorizing Unruly Narratives, Brian Richardson mengusulkan model baru untuk mengevaluasi literatur—kembali ke dasar teori naratif untuk menjelaskan bagaimana penulis bermain dengan dan membantu memperjelas batasan teori naratif. Meskipun ia berfokus pada narasi modernis akhir, postmodern, dan kontemporer, studi ini juga mencakup banyak karya sebelumnya, mulai dari Aristophanes dan Shakespeare hingga James Joyce dan Virginia Woolf hingga Salman Rushdie dan Angela Carter. ;;; Buku ini menyimpulkan bahwa teori naratif tradisional (klasik) telah mencapai batas kemampuannya dalam menjelaskan kompleksitas karya sastra modern dan kontemporer. Richardson menegaskan perlunya sebuah poetika alur baru untuk memahami narasi yang sengaja melanggar aturan logika dan mimetik (peniruan realitas). Poin-poin utama kesimpulannya adalah: Kegagalan Teori Tradisional: Model naratif lama dianggap tidak memadai untuk menganalisis narasi "liar" (unruly narratives) atau antimimetik yang sering ditemukan dalam karya postmodern dan kontemporer. Model Naratif Baru: Richardson mengusulkan pengonsepan ulang terhadap "alur" (plot), bukan sebagai urutan peristiwa kronologis yang kaku, melainkan sebagai ruang di mana penulis bermain dengan batasan-batasan teoretis. Kontinuitas Sejarah: Meskipun berfokus pada inovasi abad ke-21, buku ini menyimpulkan bahwa benih-benih narasi eksperimental ini sudah ada sejak masa Aristophanes dan Shakespeare, yang kemudian meledak melalui gerakan modernisme (Joyce/Woolf). Fungsi Meta-Teoretis: Karya-karya sastra inovatif tidak hanya bercerita, tetapi juga berfungsi sebagai alat untuk memperjelas dan menantang parameter teori naratif itu sendiri.


Availability

No copy data

Detail Information
Series Title
-
Call Number
808.036 RIC p
Publisher
Ohio, AS : The Ohio State University Press., 2019
Collation
1 online resource
Language
English
ISBN/ISSN
9780814277348
Classification
808.036
Content Type
text
Media Type
computer
Carrier Type
online resource
Edition
-
Subject(s)
Teknik Plot dan Narasi
Specific Detail Info
-
Statement of Responsibility
Brian Richardson
Other Information
Cataloger
Erwin Hendarto
Source
https://directory.doabooks.org/handle/20.500.12854/38243
Validator
Erwin Hendarto
Digital Object Identifier (DOI)
10.26818/9780814214121
Journal Volume
-
Journal Issue
-
Subtitle
-
Parallel Title
-
Other version/related

No other version available

File Attachment
  • A Poetics of Plot for the Twenty-First Century; Theorizing Unruly Narratives
Comments

You must be logged in to post a comment

OPEN EDUCATIONAL RESOURCES

Search

start it by typing one or more keywords for title, author or subject


Select the topic you are interested in
  • Computer Science, Information & General Works
  • Philosophy & Psychology
  • Religion
  • Social Sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied Sciences
  • Art & Recreation
  • Literature
  • History & Geography
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Advanced Search
Where do you want to share?