Text
A Political Biography of Aung San Suu Kyi; A Hybrid Politician
Buku ini adalah biografi politik pertama Aung San Suu Kyi yang mencakup tahun-tahunnya sebagai oposisi dan semua tahunnya berkuasa sejak 2016 dan seterusnya. Buku ini menawarkan interpretasi baru tentang Aung San Suu Kyi dengan menyajikan laporan yang seimbang dan menyeluruh tentang kebijakan Suu Kyi. Dalam 30 tahun terakhir, belum ada seorang pun dalam politik global yang naik begitu tinggi dan jatuh begitu rendah – dan begitu cepat – seperti Aung San Suu Kyi. Menggunakan teori pascakolonial dan memperkenalkan konsep baru 'politikus hibrida', buku ini menjelaskan inkonsistensi yang tampak dari agenda Suu Kyi. Buku ini menunjukkan bahwa Suu Kyi menganggap dirinya seorang demokrat namun, memerintah secara otokratis. Terbenam dalam tradisi pembuatan kebijakan negaranya, ia pada saat yang sama telah dipengaruhi oleh konsep-konsep asing, baik Barat maupun Asia. Berdasarkan penelitian langsung, termasuk pembicaraan dengan Suu Kyi, percakapan dengan para pendukung dan saingannya, pengamatan perilaku Suu Kyi selama pembicaraan antar pemerintah serta sejumlah besar sumber dan kerja lapangan di Myanmar, penulis berpendapat bahwa kasus Suu Kyi menunjukkan kekuatan dan batasan hibriditas. Ini membawa Suu Kyi aset politik yang tak ternilai seperti visibilitas, pengakuan, dan dukungan sambil membuktikan bahwa model kepemimpinan semacam itu memiliki batasannya. Sebuah biografi tepat waktu dari Peraih Nobel Perdamaian saat ia muncul di Mahkamah Internasional untuk membela negaranya dari tuduhan genosida yang dilakukan terhadap minoritas Muslim Rohingya, buku ini akan menarik bagi mahasiswa dan peneliti politik Myanmar, politik Asia Tenggara, politik Asia, Ilmu Politik secara umum, Studi Pascakolonial, Studi Budaya, dan Studi Kepemimpinan. ;;; Buku ini menyimpulkan bahwa fenomena Aung San Suu Kyi adalah salah satu perjalanan politik paling ekstrem dalam sejarah modern—dari ikon demokrasi global menjadi tokoh yang membela negaranya atas tuduhan genosida. Inti dari kegagalan dan keberhasilannya terletak pada identitasnya sebagai "Politikus Hibrida". Poin-poin utama kesimpulannya adalah: 1. Paradoks Kepemimpinan: Terdapat inkonsistensi fundamental di mana Suu Kyi memposisikan dirinya sebagai seorang demokrat di mata dunia, namun secara praktis memerintah dengan gaya otokratis dan terpusat. 2. Konsep Politikus Hibrida: Melalui lensa pascakolonial, buku ini menjelaskan bahwa Suu Kyi adalah produk campuran dari tradisi kebijakan Myanmar yang kaku dengan pengaruh konsep-konsep asing (Barat dan Asia). Hibriditas ini menjadi aset yang memberinya visibilitas global, namun sekaligus menjadi batasan yang menjeratnya dalam realitas politik domestik. 3. Kekuatan dan Batasan: Dukungan internasional yang masif di masa lalu terbukti memiliki batas ketika nilai-nilai kemanusiaan universal yang ia suarakan berbenturan dengan kepentingan nasional dan sentimen mayoritas di Myanmar, terutama terkait krisis Rohingya. 4. Interpretasi Baru: Buku ini menolak narasi hitam-putih (pahlawan atau penjahat) dan lebih memilih menyajikan potret yang seimbang mengenai seorang pemimpin yang terjepit di antara ekspektasi dunia dan realitas pembuatan kebijakan di negaranya sendiri.
No copy data
No other version available