OPEN EDUCATIONAL RESOURCES

UPA PERPUSTAKAAN UNEJ | NPP. 3509212D1000001

  • Home
  • Admin
  • Select Language :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesian Japanese Malay Persian Russian Thai Turkish Urdu

Search by :

ALL Author Subject ISBN/ISSN Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
Image of A Populist Exception? ; The 2017 New Zealand General Election
Bookmark Share

Text

A Populist Exception? ; The 2017 New Zealand General Election

Vowles, Jack - Personal Name; Curtin, Jennifer - Personal Name;

Momok populisme' mungkin merupakan deskripsi yang tepat untuk apa yang terjadi di berbagai belahan dunia, tetapi apakah itu berlaku untuk Selandia Baru? Segera setelah pemilihan umum Selandia Baru 2017, partai populis New Zealand First memperoleh peran penting dalam koalisi dengan Partai Buruh, yang membuat beberapa pengamat internasional menyarankan bahwa itu mewakili pengambilalihan pemerintah secara populis. Pemimpin New Zealand First, Winston Peters, membenarkan dukungannya untuk Partai Buruh sebagai hal yang diperlukan untuk memungkinkan kapitalisme 'mendapatkan kembali... wajah manusianya'. Perdana menteri baru, Jacinda Ardern, berbicara tentang politik yang lebih baik dan inklusif. Buku ini menggunakan Studi Pemilihan Umum Selandia Baru 2017 untuk mengungkap sikap dan preferensi politik warga Selandia Baru pasca-pemilu. Para penulisnya bertanya: apakah Selandia Baru sekarang merupakan Pengecualian Populis? Melalui analisis empiris terperinci tentang bagaimana populisme dan otoritarianisme memengaruhi pilihan suara, opini tentang imigrasi, kepuasan dengan demokrasi, dan relevansi gender serta pribumi terhadap isu-isu ini, buku ini menemukan bahwa politik Selandia Baru saat ini tidak mencerminkan tren internasional menuju polarisasi ideologis dan volatilitas elektoral. Para penulis berpendapat bahwa bentuk-bentuk populisme yang inklusif dapat bersifat pluralis jika pendekatan retoris seorang pemimpin mengakui 'rakyat' sebagai beragam dan menyeluruh. Pengecualian Populis? menyimpulkan bahwa meskipun populisme telah lama menjadi arus kuat dalam sejarah Selandia Baru, Selandia Baru kontemporer menunjukkan bentuk populisme moderat, dengan nilai-nilai liberal dan pluralis yang seimbang dengan komitmen kuat terhadap demokrasi mayoritas


Availability

No copy data

Detail Information
Series Title
-
Call Number
324.99304
Publisher
Canberra, Australia : Australian National University Press., 2020
Collation
1 online resource
Language
English
ISBN/ISSN
9781776561827
Classification
324.99304
Content Type
text
Media Type
computer
Carrier Type
online resource
Edition
-
Subject(s)
Pemilu di Selandia Baru di abad ke-21
Proses Politik di Selandia Baru di abad ke-21
Specific Detail Info
-
Statement of Responsibility
Jack Vowles, Jennifer Curtin
Other Information
Cataloger
Erwin Hendarto
Source
https://directory.doabooks.org/handle/20.500.12854/28939
Validator
Erwin Hendarto
Digital Object Identifier (DOI)
10.22459/PE.2020
Journal Volume
-
Journal Issue
-
Subtitle
-
Parallel Title
-
Other version/related

No other version available

File Attachment
  • A Populist Exception? ; The 2017 New Zealand General Election
Comments

You must be logged in to post a comment

OPEN EDUCATIONAL RESOURCES

Search

start it by typing one or more keywords for title, author or subject


Select the topic you are interested in
  • Computer Science, Information & General Works
  • Philosophy & Psychology
  • Religion
  • Social Sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied Sciences
  • Art & Recreation
  • Literature
  • History & Geography
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Advanced Search
Where do you want to share?