Text
A Post-Neoliberal Era in Latin America?. ; Revisiting Cultural Paradigms
Kegagalan sejumlah program dan konflik yang sedang berlangsung antara kekuatan neoliberal dan pasca-neoliberal telah mengakibatkan meningkatnya ketidakstabilan sosial di Amerika Latin. Buku ini mengkaji respons budaya terhadap ketidakstabilan ini. Buku ini melihat berbagai bentuk budaya, seperti sastra, sinema bawah tanah, pameran jalanan, dan buku swadaya untuk mengeksplorasi bagaimana orang Amerika Latin membangun subjektivitas, membangun komunitas, dan memaknai kehidupan sehari-hari mereka selama krisis sosial yang mendalam. Dalam konteks ini, buku ini menekankan peran yang mungkin dimainkan oleh narasi neoliberal dan pasca-neoliberal tentang diri dan hubungan sosial dalam budaya populer dan pengalaman sehari-hari. ;;; Buku ini menyimpulkan bahwa ketidakstabilan sosial di Amerika Latin bukan sekadar fenomena ekonomi atau politik, melainkan krisis yang merambah ke ranah subjektivitas dan budaya. Konflik antara paradigma neoliberal dan pasca-neoliberal telah memaksa masyarakat untuk mencari cara-cara baru dalam memaknai hidup dan membangun komunitas di tengah ketidakpastian. Poin-poin utama kesimpulannya meliputi: 1. Budaya sebagai Ruang Perlawanan: Berbagai bentuk ekspresi budaya—mulai dari sastra hingga pameran jalanan—berfungsi sebagai mekanisme pertahanan dan cara masyarakat mengonstruksi ulang komunitas yang hancur akibat krisis. 2. Konstruksi Subjektivitas: Terdapat pertarungan narasi tentang "diri" (self). Narasi neoliberal sering kali menekankan individu sebagai konsumen, sementara gerakan pasca-neoliberal mencoba menghidupkan kembali identitas kolektif dan komunal. 3. Pentingnya Budaya Populer: Pengalaman sehari-hari, termasuk melalui media seperti sinema bawah tanah dan buku swadaya (self-help), menjadi saksi bisu bagaimana ideologi-ideologi besar diterjemahkan ke dalam praktik kehidupan rakyat jelata. 4. Hibriditas Paradigma: Buku ini menunjukkan bahwa transisi menuju era "pasca-neoliberal" masih sangat rapuh dan tidak merata, di mana elemen-elemen neoliberal lama masih sering bertahan di dalam pengalaman budaya populer.
No copy data
No other version available