Text
A Pure Mind in a Clean Body; Bodily Care in the Buddhist Monasteries of Ancient India and China
Biara Buddha, baik di India Kuno maupun Tiongkok, telah memainkan peran sosial yang krusial, baik bagi orang-orang religius maupun awam. Mereka secara tepat menarik perhatian banyak cendekiawan, yang membahas latar belakang sejarah, jaringan institusional, atau guru-guru berpengaruh. Namun, beberapa aspek kehidupan monastik belum mendapatkan perhatian yang layak. Oleh karena itu, buku ini bertujuan untuk mempelajari beberapa masalah paling esensial, tetapi sering terabaikan, dalam kehidupan Buddha: yaitu, praktik dan objek perawatan tubuh. Bagi penulis monastik, perawatan tubuh terutama melibatkan mandi, mencuci, membersihkan, mencukur, dan memotong kuku, aktivitas kehidupan sehari-hari yang dilakukan oleh orang awam dan monastik. Dalam pengertian ini, semuanya sangat mudah dikenali dan sambil menyusun kehidupan monastik, juga menyediakan jembatan potensial antara dua dunia yang terus-menerus berinteraksi satu sama lain: orang monastik dan pengikut awam mereka. Praktik tubuh mungkin dipandang relatif sederhana dan elementer, tetapi justru melalui hal-hal sepele inilah mereka memberi kita wawasan yang jelas tentang struktur dan perkembangan biara Buddha. Seiring waktu, biksu dan biksuni Buddha, melalui upaya keras mereka dalam mengatur perawatan tubuh, telah mendefinisikan identitas saṃgha Buddha, secara terbuka menunjukkannya kepada umat awam. ;;; Buku ini menyajikan studi komparatif mendalam mengenai sejarah perawatan tubuh dan praktik higienitas dalam tradisi monastik Buddhis di India kuno dan Tiongkok. Berlawanan dengan persepsi umum bahwa asketisme selalu identik dengan pengabaian aspek fisik, Yiyan Xing berargumen bahwa kebersihan tubuh merupakan bagian integral dari disiplin spiritual dan pencapaian kemurnian pikiran. Melalui analisis teks-teks Vinaya, catatan perjalanan peziarah, dan bukti arkeologis, penulis menelusuri evolusi infrastruktur kebersihan seperti pemandian, jamban, dan praktik medis di dalam biara. Fokus utama penelitian ini adalah proses adaptasi budaya ketika tradisi perawatan tubuh dari India—yang sangat dipengaruhi oleh prinsip-prinsip Ayurveda—bertemu dengan etika pengobatan dan standar sosial Tiongkok. Buku ini mengeksplorasi bagaimana konsep "kemurnian" ditafsirkan ulang dari makna ritual menjadi standar kesehatan publik, serta bagaimana biara berperan sebagai pusat inovasi higienitas yang memengaruhi masyarakat luas. Hasil penelitian ini memberikan wawasan baru bagi sejarah kedokteran, studi agama, dan sosiologi tubuh dalam konteks transisi budaya lintas Asia.
No copy data
No other version available