Text
A relevance perspective of promising in medical utilitarian texts of the early modern english period
Resep medis yang ditulis sebelum lahirnya penulisan ilmiah modern, setidaknya seperti yang kita kenal sekarang, sering kali dicirikan oleh penyertaan ekspresi yang bertujuan untuk memvalidasi kemanjuran obat. Ekspresi ini secara tradisional dianggap sebagai janji kemanjuran. Penelitian ini berhipotesis bahwa pemeriksaan lebih dekat terhadap konteks di mana ekspresi tersebut tertanam dapat menghasilkan interpretasi yang berbeda dari tindak tutur janji dalam arti yang paling ketat. Korpus penelitian ini diambil dari Corpus of Early English Recipes dan terdiri dari resep medis yang ditulis dalam bahasa Inggris antara tahun 1500 dan 1600. Teks-teks tersebut telah dianalisis menggunakan AntConc dan hasilnya telah diperiksa secara manual setelahnya. Deteksi potensi janji kemanjuran didasarkan pada Teori Tindak Tutur dan khususnya pada aturan konstitutif Searle (1969) untuk janji. Teori Relevansi (Sperber dan Wilson 1995) telah digunakan untuk menjelaskan proses pengayaan kontekstual yang diikuti pembaca untuk mendapatkan daya ilokusi dari pernyataan kemanjuran. Karya ini menunjukkan bahwa tidak semua pernyataan kemanjuran harus diinterpretasikan sebagai janji dalam pengertian Searlean. Faktanya, telah diamati bahwa kemunculan elemen sikap, yaitu perangkat epistemik dan/atau evidensial, bersama dengan pilihan leksiko-gramatikal penulis secara krusial membentuk daya ilokusi mereka, biasanya dengan menurunkan nilai janji dari lokusi tersebut. Karya ini menggunakan Teori Relevansi (Relevance Theory) untuk menganalisis tindak tutur "berjanji" (promising) dalam teks-teks medis utilitarian Inggris abad ke-16 dan ke-17. Penulis meneliti bagaimana penulis medis pada masa itu meyakinkan pembaca melalui janji-janji kesembuhan dan efikasi obat dalam konteks komunikasi pragmatik.
No copy data
No other version available