Text
A Republic of Men; The American Founders, Gendered Language, and Patriarchal Politics
Peran apa yang dimainkan kejantanan dalam Politik Amerika awal? Dalam A Republic of Men, Mark E. Kann berpendapat bahwa para pendiri Amerika bercita-cita untuk menciptakan "republik pria" tetapi takut bahwa "pria yang tidak tertib" mengancam kelahiran, kesehatan, dan kelangsungan hidupnya. Kann menunjukkan bagaimana norma-norma kejantanan hegemonik—yang dicontohkan oleh "Pria Berkeluarga," misalnya—digunakan sebagai sarana untuk menstigmatisasi pria yang tidak layak, memberi penghargaan kepada pria yang bertanggung jawab dengan kewarganegaraan, dan memberdayakan pria yang luar biasa dengan posisi kepemimpinan dan otoritas, sambil mengecualikan wanita dari kehidupan publik. Kann menyarankan bahwa para pendiri berkomitmen secara teori pada proposisi demokratis bahwa semua pria diciptakan bebas dan setara dan tidak dapat diperintah tanpa persetujuan mereka sendiri, tetapi mereka sama sekali tidak percaya bahwa "semua pria" dapat dipercaya dengan kebebasan yang setara, kewarganegaraan yang setara, atau otoritas yang setara. Para pendiri mengembangkan "tata bahasa kejantanan" untuk mengatasi beberapa pertanyaan sulit tentang ketertiban umum. Apakah pria Amerika yang tidak tertib memenuhi syarat untuk menjadi warga negara? Apakah mereka cenderung mengenali pemimpin yang jantan, menyetujui otoritas mereka, dan tunduk pada kebijaksanaan mereka? A Republic of Men secara meyakinkan menganalisis cara-cara di mana para pendiri menggunakan retorika kejantanan untuk menstabilkan politik Amerika.
No copy data
No other version available