Text
A Second Life; German Cinema's First Decades
Sinema Jerman paling dikenal karena sinema seni dan deretan panjang sutradara individualnya yang luar biasa. Sorotan ganda pada kedua subjek ini hanya memperdalam ketidakjelasan seputar sinema populer. A Second Life melakukan semacam arkeologi pada periode yang sebagian besar terabaikan: dua dekade pertama sinema Jerman. Kumpulan esai oleh penulis-penulis mapan ini memfokuskan kembali istilah-istilah perdebatan yang akan berkembang di tahun-tahun mendatang mengenai signifikansi historis dan budaya sinema populer di Jerman. ;;; Buku ini menawarkan penilaian ulang yang radikal terhadap sejarah awal sinema Jerman, mulai dari kemunculannya di akhir abad ke-19 hingga transisi menuju era suara di akhir 1920-an. Melalui kumpulan esai dari para pakar film terkemuka, karya ini menantang narasi tradisional yang selama ini hanya berfokus pada mahakarya Ekspresionisme (seperti The Cabinet of Dr. Caligari atau Metropolis) dan keterkaitannya dengan bangkitnya Nazisme. Alih-alih melihat film-film awal ini sebagai "bayangan" dari bencana politik yang akan datang, buku ini memberikan "kehidupan kedua" (a second life) bagi sejarah film Jerman dengan mengeksplorasi aspek-aspek yang sebelumnya terabaikan. Fokus kajian meliputi budaya tontonan populer (Kino), perkembangan teknologi industri film, peran perempuan dalam produksi film awal, serta pengaruh genre film petualangan dan detektif yang sangat digemari penonton masa itu. Dengan menggunakan pendekatan sejarah film baru (New Film History), editor Thomas Elsaesser menekankan pentingnya melihat sinema Jerman dalam konteks modernitas perkotaan dan budaya internasional yang lebih luas. Buku ini menjadi sumber referensi krusial bagi peneliti studi film dan sejarah budaya yang ingin memahami bagaimana Jerman membangun salah satu industri film paling inovatif dan berpengaruh di dunia sebelum terjadinya eksodus besar-besaran para pembuat filmnya ke Hollywood.
No copy data
No other version available