Text
A State of Peace in Europe; West Germany and the CSCE, 1966-1975
Dari pertengahan 1960-an hingga pertengahan 1970-an, kebijakan luar negeri Jerman Barat mengalami transformasi substansial: dari bilateral menjadi multilateral, dari reaktif menjadi proaktif. Konferensi Keamanan dan Kerja Sama di Eropa (CSCE) adalah latar yang ideal untuk evolusi ini, memungkinkan Republik Federal untuk memimpin sejak awal dalam persiapan Barat untuk konferensi tersebut dan memainkan peran yang menentukan dalam negosiasi Timur-Barat yang sebenarnya yang mengarah pada Helsinki Final Act tahun 1975. Berdasarkan penelitian asli yang ekstensif dari dokumen-dokumen yang baru dirilis, yang mencakup lebih dari lima belas arsip di delapan negara, studi ini merupakan kontribusi substansial untuk diskusi ilmiah tentang sejarah détente, CSCE, dan kebijakan luar negeri Jerman Barat. Penulis menekankan pentingnya melihat melampaui bipolaritas dekade Perang Dingin dan menekankan keterkaitan integrasi Eropa dan détente Eropa.;;; Monograf ini menyajikan analisis komprehensif mengenai peran krusial Jerman Barat dalam proses terbentuknya Konferensi Keamanan dan Kerja Sama di Eropa (CSCE), yang memuncak pada penandatanganan Perjanjian Helsinki tahun 1975. Dengan meneliti periode transisi antara tahun 1966 hingga 1975, Petri Hakkarainen mengeksplorasi bagaimana diplomasi Bonn menyeimbangkan ambisi Ostpolitik (kebijakan ke arah Timur) dengan komitmen integrasi Barat melalui NATO dan Komunitas Eropa. Studi ini menantang narasi tradisional dengan menunjukkan bahwa Jerman Barat bukan sekadar pengikut dalam diplomasi multilateral, melainkan arsitek aktif yang mengupayakan stabilitas keamanan melalui dialog dan de-eskalasi ketegangan Perang Dingin. Melalui penggunaan sumber arsip yang luas, penulis membedah dinamika negosiasi di balik "Tiga Basket" Helsinki—terutama mengenai pengakuan perbatasan, kerja sama ekonomi, dan hak asasi manusia. Buku ini memberikan kontribusi signifikan bagi pemahaman kita tentang bagaimana sebuah negara yang terbelah secara geopolitik mampu memanfaatkan diplomasi multilateral untuk menciptakan visi tatanan perdamaian yang berkelanjutan di Eropa.
No copy data
No other version available