OPEN EDUCATIONAL RESOURCES

UPA PERPUSTAKAAN UNEJ | NPP. 3509212D1000001

  • Home
  • Admin
  • Select Language :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesian Japanese Malay Persian Russian Thai Turkish Urdu

Search by :

ALL Author Subject ISBN/ISSN Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
Image of A Stubborn Fury; How Writing Works in Elitist Britain
Bookmark Share

Text

A Stubborn Fury; How Writing Works in Elitist Britain

Hall, Gary - Personal Name;

Penelitian ini berangkat dari realitas sosiopolitik Inggris kontemporer, di mana dominasi alumni sekolah swasta dan universitas elite (Oxbridge) menciptakan lanskap budaya yang paling tidak setara di Eropa. Dalam A Stubborn Fury, Gary Hall menyajikan analisis provokatif mengenai konsekuensi ketimpangan sistemik ini terhadap tradisi literasi Inggris. Berfokus pada genre novel sastra dan memoar, Hall membedah mengapa arus utama penulisan di Inggris cenderung mempertahankan karakter realis, humanis, dan anti-intelektual secara tidak kritis. Secara metodologis, Hall menggunakan pendekatan "pembajakan eksperimental" dengan menulis ulang kontribusi dari figur-figur kunci dalam diskursus media modern. Ia menginterogasi keterikatan novelis avant-garde Tom McCarthy pada modernisme Eropa dan teori antihumanis, sekaligus mengevaluasi upaya memoaris Prancis, Didier Eribon dan Édouard Louis, dalam mereinventasi tradisi filosofis yang menyentuh isu kelas dan interseksionalitas. Melalui dekonstruksi terhadap karya-karya tersebut, buku ini mengajukan pertanyaan mendasar bagi masa depan sastra: bagaimana cara memutus ketergantungan budaya sastra Inggris terhadap pandangan dunia pria kulit putih kelas menengah yang istimewa? Hall berargumen perlunya ruang yang lebih luas bagi eksperimentasi radikal dan suara-suara yang selama ini dipinggirkan, termasuk penulis dari kelas pekerja, komunitas BAME (Black, Asian, and Minority Ethnic), serta spektrum LGBTQIAP+. Karya ini merupakan seruan untuk revolusi estetika dan intelektual dalam menghadapi kejenuhan budaya elit. ;;;
BAME adalah singkatan dari Black, Asian, and Minority Ethnic. Istilah ini sangat umum digunakan di Britania Raya (Inggris) untuk merujuk pada kelompok orang yang bukan berasal dari etnis kulit putih. Berikut adalah rinciannya: • Black: Merujuk pada individu dengan latar belakang etnis Afrika atau Karibia. • Asian: Merujuk pada individu dengan latar belakang etnis Asia (seperti India, Pakistan, Bangladesh, Tiongkok, dll). • Minority Ethnic: Merujuk pada kelompok etnis minoritas lainnya. LGBTQIAP+ adalah akronim yang terus berkembang untuk merepresentasikan keragaman orientasi seksual dan identitas gender. Tanda plus (+) di akhir digunakan untuk mencakup identitas lain yang tidak disebutkan secara eksplisit dalam huruf-huruf tersebut. Berikut adalah rincian kepanjangannya: • L (Lesbian): Perempuan yang memiliki ketertarikan emosional, romantis, atau seksual kepada sesama perempuan. • G (Gay): Laki-laki yang memiliki ketertarikan emosional, romantis, atau seksual kepada sesama laki-laki (istilah ini juga sering digunakan secara umum untuk merujuk pada ketertarikan sesama jenis). • B (Bisexual): Individu yang tertarik secara emosional atau seksual kepada lebih dari satu gender (laki-laki dan perempuan, atau gender lainnya). • T (Transgender): Orang yang identitas atau ekspresi gendernya berbeda dengan jenis kelamin yang ditentukan saat lahir. • Q (Queer/Questioning): * Queer: Istilah payung bagi mereka yang tidak ingin melabeli diri secara spesifik atau yang identitasnya di luar norma heteroseksual. o Questioning: Orang yang masih dalam proses mengeksplorasi orientasi seksual atau identitas gender mereka. • I (Intersex): Individu yang lahir dengan karakteristik seks (seperti anatomi reproduksi atau pola kromosom) yang tidak sesuai dengan definisi tipikal laki-laki atau perempuan. • A (Asexual/ Aromantic/Ally): o Asexual: Orang yang memiliki sedikit atau tidak ada ketertarikan seksual pada orang lain. o Aromantic: Orang yang memiliki sedikit atau tidak ada ketertarikan romantis. o Ally: Terkadang dimasukkan untuk merujuk pada orang heteroseksual dan cisgender yang mendukung komunitas ini (meski hal ini sering diperdebatkan). • P (Pansexual/Polyamorous): o Pansexual: Individu yang tertarik secara emosional atau seksual kepada orang lain tanpa memandang jenis kelamin atau identitas gender mereka. o Polyamorous: Orang yang menjalin atau terbuka untuk hubungan romantis dengan lebih dari satu pasangan secara jujur dan atas persetujuan bersama.


Availability

No copy data

Detail Information
Series Title
-
Call Number
808.020941 HAL s
Publisher
London, Inggris : Open Humanities Press., 2021
Collation
1 online resource (137 p.)
Language
English
ISBN/ISSN
9781785420924
Classification
808.020941
Content Type
text
Media Type
computer
Carrier Type
online resource
Edition
-
Subject(s)
Kepengarangan dlm konteks geografis Inggris
Specific Detail Info
-
Statement of Responsibility
Gary Hall
Other Information
Cataloger
Erwin Hendarto
Source
https://directory.doabooks.org/handle/20.500.12854/63791
Validator
Erwin Hendarto
Digital Object Identifier (DOI)
10.16995/book.38
Journal Volume
-
Journal Issue
-
Subtitle
-
Parallel Title
-
Other version/related

No other version available

File Attachment
  • A Stubborn Fury; How Writing Works in Elitist Britain
Comments

You must be logged in to post a comment

OPEN EDUCATIONAL RESOURCES

Search

start it by typing one or more keywords for title, author or subject


Select the topic you are interested in
  • Computer Science, Information & General Works
  • Philosophy & Psychology
  • Religion
  • Social Sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied Sciences
  • Art & Recreation
  • Literature
  • History & Geography
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Advanced Search
Where do you want to share?