Text
Apophasis and Pseudonymity in Dionysius the Areopagite
Buku ini mengajukan argumen bahwa penggunaan nama samaran Dionysius si Areopagite dan pengaruh teologis Rasul Paulus merupakan lensa interpretatif terbaik untuk memahami Corpus Dionysiacum (CD). Penulis mendemonstrasikan bagaimana figur Paulus menjiwai seluruh korpus tersebut, memberikan kejelasan pada tema-tema sentral seperti hierarki, teurgi, deifikasi (theosis), kristologi, serta dialektika antara afirmasi (kataphasis) dan negasi (apophasis). Poin terpenting dalam karya ini adalah penempatan Paulus sebagai titik tumpu bagi ekspresi antropologi teologis baru, yaitu "antropologi apofatik". Dionysius menampilkan Paulus sebagai saksi apostolik utama bagi antropologi ini—seorang kekasih ilahi yang mengalami ekstase dan mengakui keruntuhan diri demi bersemayamnya Kristus, sebagaimana tertuang dalam Galatia 2:20: "Namun hidupku ini bukannya aku lagi yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku." Buku ini juga menawarkan penjelasan inovatif mengenai alasan penulis abad ke-6 tersebut memilih nama samaran apostolik; praktik penulisan pseudonim itu sendiri dipandang sebagai latihan devosional ekstatik di mana jati diri penulis "terbelah" agar terbuka bagi kehadiran ilahi. Dengan demikian, karya ini menggugat dikotomi antara "teori" dan "praktik" dengan membuktikan bahwa teologi negatif—yang sering dianggap sebagai teori spekulatif murni—sebenarnya merupakan bentuk asketisme dan praktik pengabdian yang bertujuan untuk transformasi total subjek Kristiani.
No copy data
No other version available