Text
Appetite and Satiety Control-Gut Mechanisms
Abstrak ini membahas mekanisme fisiologis yang sangat kompleks mengenai hubungan antara saluran pencernaan (gastrointestinal) dan kontrol nafsu makan. ;;; Prevalensi obesitas beserta komorbiditasnya—terutama diabetes tipe 2, penyakit kardiovaskular, penyakit hepatik, serta jenis kanker tertentu—terus meningkat secara global. Ironisnya, di tengah lingkungan yang semakin obesogenik, fenomena malnutrisi juga tetap menjadi masalah yang sangat umum ditemukan. Penerapan teknik mutakhir yang canggih, khususnya di bidang pencitraan (imaging) dan biologi molekuler, telah memajukan pemahaman kita secara signifikan mengenai mekanisme kontrol nafsu makan dan asupan energi. Perkembangan ini memicu redefinisi berbagai konsep, termasuk pergeseran fokus dari mekanisme sentral menuju mekanisme perifer, dengan pengakuan bahwa saluran gastrointestinal (GI)—khususnya hormon usus—memegang peranan kritis. Edisi Khusus (Special Issue) ini menyajikan tinjauan komprehensif mengenai mekanisme GI dalam regulasi nafsu makan melalui serangkaian ulasan definitif dari para ahli internasional. Pembahasan mencakup mekanisme terkait usus seperti pengindraan nutrien (nutrient sensing), pergerakan GI (motilitas), serta komunikasi poros usus-otak (gut-brain axis) yang melibatkan saraf vagus dan modulasi persepsi imbalan (reward perception). Selain itu, diulas pula peran diet, mikrobiota, abnormalitas pada gangguan makan (seperti obesitas dan anoreksia pada lansia), hingga efek menguntungkan dari bedah bariatrik. Kumpulan karya ini mencakup penelitian preklinis maupun studi pada manusia, yang diperkuat dengan sejumlah makalah orisinal yang signifikan.
No copy data
No other version available