Text
Applying population-based threshold models to quantify and improve seed quality attributes
Mencapai pembentukan tegakan yang cepat dan seragam pada tanaman membutuhkan kombinasi benih berkualitas tinggi dan kondisi lingkungan yang sesuai. Secara khusus, suhu dan kelembaban tanah (atau potensi air) merupakan faktor utama yang mempengaruhi perkecambahan di lapangan. Dalam bab ini, kami fokus pada penerapan model ambang batas berbasis populasi (PBT) untuk mengkarakterisasi kursus waktu perkecambahan benih dan bagaimana masukan lingkungan dan teknologi memengaruhinya. Melihat kualitas benih sebagai produk dari perilaku populasi benih individu sangat penting untuk memahami penyebab dan konsekuensi dari kinerja yang buruk. Karakterisasi kuantitatif fitur populasi benih memungkinkan penggunaannya dalam pemilahan benih dan peningkatan benih, dan menyediakan fenotipe untuk digunakan dalam penelitian, pemuliaan, konservasi, dan restorasi. Kami percaya bahwa model PBT adalah alat penting untuk memungkinkan pemanfaatan penuh kemajuan baru dalam teknologi benih untuk meningkatkan kualitas benih dan memungkinkan pendirian stand yang berhasil di bidang pertanian atau di lingkungan alami.
No copy data
No other version available