Text
Applying the Free-Energy Principle to Complex Adaptive Systems
Prinsip energi bebas adalah teori matematika tentang perilaku sistem pengorganisasian diri yang awalnya menjadi terkenal sebagai model otak yang bersatu. Sejak saat itu, teori tersebut telah diterapkan pada sejumlah besar fenomena biologis, mulai dari organisme bersel tunggal dan multiseluler hingga konstruksi ceruk dan budaya manusia, dan bahkan kemunculan kehidupan itu sendiri. Prinsip energi bebas memberi tahu kita bahwa persepsi dan tindakan beroperasi secara sinergis untuk meminimalkan paparan organisme terhadap keadaan biologis yang mengejutkan, yang lebih mungkin menyebabkan pembusukan. Akibat wajar utama dari hipotesis ini adalah inferensi aktif-gagasan bahwa semua perilaku melibatkan pengambilan sampel data sensorik secara selektif sehingga kita mengalami apa yang kita harapkan (untuk menghindari kejutan). Sederhananya, kita bertindak atas dunia untuk memenuhi harapan kita. Sekarang diakui secara luas bahwa implikasi prinsip energi bebas bagi pemahaman kita tentang pikiran dan perilaku manusia sangat luas dan mendalam. Namun, hingga saat ini, kapasitasnya untuk melampaui otak kita-untuk menjelaskan kehidupan secara lebih umum dan sistem adaptif kompleks lainnya-baru saja mulai dieksplorasi. Tujuan dari koleksi ini adalah untuk menampilkan luasnya prinsip energi bebas sebagai teori terpadu dari sistem adaptif yang kompleks-sadar, sosial, hidup, atau tidak.
No copy data
No other version available