Text
Archaeal Cell Envelope and Surface Structures
Prokariota memiliki selubung sel kompleks yang memiliki beberapa fungsi penting, antara lain menyediakan penghalang yang melindungi sitoplasma dari lingkungan. Seiring dengan struktur proteinnya yang terkait, ia juga memastikan stabilitas sel, memfasilitasi motilitas, memediasi kepatuhan terhadap permukaan biotik dan abiotik, dan memfasilitasi komunikasi dengan lingkungan ekstraseluler. Virus telah berevolusi untuk memanfaatkan konstituen selubung sel untuk mendapatkan akses ke bagian dalam sel serta untuk keluar dari sel. Sementara banyak aspek biosintesis dan struktur selubung sel serupa di seluruh domain, selubung sel archaea memiliki beberapa karakteristik unik antara lain, lapisan ganda lipid isoprenoid, dinding sel berbasis non-murein, dan struktur motilitas yang unik., (fitur penting yang memberikan karakteristik selubung sel archaea yaitu berbeda secara signifikan dari amplop sel bakteri-mungkin keluar). Analisis terbaru telah mengungkapkan bahwa selubung sel archaea yang berkerabat jauh juga menunjukkan keragaman karakteristik yang sangat besar. Misalnya, sementara banyak archaea memiliki lapisan-S, subunit lapisan-S dari berbagai spesies archaea, serta modifikasi pasca transaksinya, sangat bervariasi. Selain itu, seperti bakteri gram negatif, penelitian terbaru menunjukkan bahwa beberapa spesies archaea juga memiliki membran luar. Dalam kumpulan artikel ini, kami menyertakan kontribusi yang berfokus pada penelitian yang telah memperluas pemahaman kami tentang mekanisme yang mendasari biogenesis dan fungsi selubung sel arkea dan struktur permukaan penyusunnya. ;;; Karya ini mengkaji struktur, komposisi, fungsi, dan keanekaragaman selaput luar serta struktur permukaan sel Archaea—kelompok makhluk hidup prokariotik yang membentuk domain kehidupan ketiga, terpisah dari bakteri dan eukariota. Berbeda dengan bakteri, membran sel Archaea tersusun atas lipid dengan ikatan eter, dan umumnya tidak memiliki peptidoglikan; dinding selnya didominasi oleh lapisan protein kristalin (lapisan S), pseudomurein, polisakarida, atau selubung protein. Dibahas pula mekanisme pembentukan, sistem transpor, alat gerak (arkela), struktur penempelan, serta vesikel ekstraseluler. Lapisan ini berfungsi melindungi sel, mempertahankan bentuk, memfasilitasi interaksi dengan lingkungan, dan memungkinkan bertahan hidup di lingkungan ekstrem: suhu tinggi, salinitas, keasaman, atau tekanan tinggi. Kajian ini juga menyoroti adaptasi evolusi, variasi antarspesies, serta peran struktur tersebut dalam fisiologi, ekologi, dan potensi bioteknologi Archaea.
No copy data
No other version available