Text
Carbon Nanomaterials for Therapy, Diagnosis, and Biosensing
Dalam lanskap desain bahan nano karbon, penyempurnaan fungsi dan sifat fisiko-kimianya telah meningkatkan potensinya untuk aplikasi terapeutik, diagnostik, dan biosensing. Dalam tajuk rencana ini, kami akan memberikan gambaran singkat tentang isi Edisi Khusus ini. Secara khusus, nanoplatform yang berasal dari kombinasi sinergis dari bahan nano berbasis karbon (yaitu, tabung nano, graphene, graphene oxide, titik kuantum karbon, nanodiamond, dll.) dengan berbagai molekul fungsional seperti obat-obatan, senyawa alami, biomolekul, polimer, nanopartikel logam, dan siklus makro yang memiliki aplikasi berguna dalam pemberian obat, terapi multi-target, theranostik serta perancah dalam rekayasa jaringan, dan sebagai bahan penginderaan. telah dipilih untuk diterbitkan sebagai Artikel atau Ulasan Mini. Keragaman aplikasi yang dicakup oleh sembilan artikel yang diterbitkan dalam Edisi Khusus Bahan Nano ini adalah bukti dari meningkatnya perhatian yang telah diterima oleh penggunaan bahan nano karbon di bidang biomedis/farmasi dalam beberapa tahun terakhir. Kami berharap para pembaca menemukan isi dari Edisi Khusus ini berguna untuk penelitian mereka, yang bertujuan untuk memajukan bahan nano karbon dari laboratorium menjadi nanomedicine klinis. ;;; Penyesuaian sifat-sifat fungsional, fisik, dan kimiawi bahan nano berbasis karbon telah memperluas kemungkinan penerapannya dalam bidang terapi, diagnosis, dan pendeteksian hayati. Edisi khusus ini menyajikan kajian terkini mengenai berbagai jenis bahan nano karbon. Yaitu, meliputi nanotube karbon, grafena dan oksida grafena, titik kuantum karbon, nanointan, serta bahan nano sejenis yang dirancang sebagai platform serbaguna untuk keperluan medis. Pembahasan mencakup pemanfaatan bahan nano tersebut sebagai sarana penghantaran obat secara tertarget, agen pendeteksi citra hayati, serta alat pendeteksi molekuler hayati yang sangat peka dan selektif. Sifat kelistrikan, optik, dan luas permukaan yang khas dari bahan nano karbon memungkinkan pengembangan perangkat pendeteksi yang mampu mengenali penanda penyakit pada tingkat konsentrasi sangat rendah. Selain itu, dibahas pula rekayasa permukaan guna meningkatkan keserasian hayati, penargetan jaringan spesifik, serta kemampuan menggabungkan fungsi diagnosis sekaligus terapi dalam satu sistem kerja. Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi bahan nano karbon dengan molekul-molekul fungsional dapat menghasilkan sistem kerja yang lebih cermat, aman, dan efektif dalam penanganan penyakit. Namun demikian, masih terdapat tantangan terkait pemahaman perilaku bahan nano di dalam tubuh, keamanan hayati, serta standarisasi proses pembuatan dan pengujian yang perlu diselesaikan guna mendukung penerapan klinis yang lebih luas.
No copy data
No other version available