Text
Carbon-Based Nanomaterials for (Bio)Sensors Development
Bahan nano berbasis karbon semakin banyak digunakan dalam desain sensor dan biosensor karena sifat intrinsiknya yang menguntungkan, yang meliputi, tetapi tidak terbatas pada, konduktivitas listrik dan termal yang tinggi, stabilitas kimia, sifat optik, permukaan spesifik yang besar, biokompatibilitas, dan fungsionalisasi yang mudah. Nanomaterial karbon yang paling umum digunakan adalah tabung nano karbon (tabung nano berdinding tunggal atau banyak) dan graphene, tetapi data yang menjanjikan juga telah dilaporkan untuk sensor (bio)berdasarkan titik kuantum karbon dan nanokomposit, antara lain. Penggabungan bahan nano berbasis karbon, terlepas dari skema deteksi dan jenis platform yang dikembangkan (optik, kimia, dan biologi, dll.), memiliki efek menguntungkan yang besar pada sensitivitas sensor (bio), spesifisitas, dan kinerja secara keseluruhan. Akibatnya, bahan nano berbasis karbon telah mendorong revolusi di bidang sensor (bio) dengan perkembangan perangkat yang semakin sensitif. Edisi Khusus ini menyajikan data penelitian asli dan artikel ulasan yang berfokus pada kemajuan, tantangan, dan pandangan (eksperimental atau teoretis)mengenai persiapan, karakterisasi, dan penerapan bahan nano berbasis karbon untuk pengembangan sensor (bio). ;;; Bahan nano berbasis karbon meliputi nanotube karbon, graphene beserta turunannya, titik kuantum karbon, fullerena, dan nanointan telah menjadi bahan utama dalam pengembangan sensor dan biosensor berkat sifat unggulannya: konduktivitas listrik dan termal yang tinggi, luas permukaan spesifik yang besar, kestabilan kimia, sifat optik yang istimewa, biokompatibilitas, serta kemudahan modifikasi permukaan. Buku ini menyajikan kemajuan terkini dalam persiapan, karakterisasi, fungsionalisasi, serta penerapan bahan nano berbasis karbon untuk pengembangan sensor dan biosensor. Dibahas berbagai jenis platform pendeteksian berbasis prinsip elektrokimia, optik, dan elektronik serta peran bahan nano berbasis karbon dalam meningkatkan sensitivitas, selektivitas, dan batas deteksi perangkat. Penerapan yang dipaparkan meliputi pemantauan kesehatan, diagnosis penyakit, pemantauan lingkungan, pengawasan pangan, serta analisis hayati. Selain itu, dikaji tantangan, keterbatasan, dan arah pengembangan masa depan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi bahan nano berbasis karbon telah mendorong kemajuan pesat teknologi sensor dan biosensor menuju perangkat yang semakin cerdas, sensitif, dan portabel.
No copy data
No other version available