Text
Cardiovascular Toxicities of Breast Cancer Treatment: Emerging Issues in Cardio-Oncology
Kanker dan penyakit kardiovaskular (CVD) adalah dua penyebab paling umum kematian dan morbiditas di seluruh dunia. Insiden kanker dan penyakit kardiovaskular meningkat seiring bertambahnya usia. Dengan meningkatnya angka harapan hidup, beban kedua penyakit ini akan meningkat secara substansial di tahun-tahun mendatang. Pasien dengan CVD berbagi beberapa faktor risiko umum dan perilaku gaya hidup selain sering menderita berbagai kondisi komorbiditas. Penggunaan tembakau, hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes, kurangnya aktivitas fisik, dan gizi buruk semuanya merupakan faktor risiko penyakit jantung. Pasien dengan penyakit seperti kanker payudara dapat mengembangkan CVD dari pengobatan, seperti penggunaan kemoterapi dan RT. Efek pada jantung merupakan masalah klinis yang berpotensi signifikan dan serius dalam pengobatan terapi radiasi kanker payudara. Selama 50 tahun terakhir, telah terjadi kemajuan besar dalam penyampaian RT karena pengembangan teknik baru, energi pancaran, peningkatan modalitas pencitraan, dan pengembangan strategi registrasi gambar. Dihipotesiskan bahwa kerusakan jantung akibat RT berkorelasi dengan dosis yang diserap oleh jantung dan berbeda antara radioterapi payudara kiri dan kanan. Kerusakan pembuluh darah mikro dan makro jantung merupakan penyebab patofisiologis penyakit jantung terkait RT. Mengingat relevansi klinis kardio-onkologi yang terus meningkat, Topik Penelitian Frontiers in Oncology ini menyediakan tempat untuk menyebarkan tinjauan terfokus dan penelitian mutakhir di bidang yang berkembang pesat ini. Kami mendorong penyerahan makalah asli dan ulasan yang berhubungan dengan toksisitas jantung setelah pengobatan kanker payudara, manajemen gerakan untuk mengurangi paparan jantung, pencitraan untuk mengevaluasi potensi toksisitas jantung dan pencegahan primer penyakit jantung pada pasien kanker payudara. ;;; Kemajuan pengobatan kanker payudara telah meningkatkan angka harapan hidup pasien secara signifikan, namun disertai dengan munculnya komplikasi berupa kerusakan jantung dan pembuluh darah akibat efek toksik berbagai rejimen terapi. Toksisitas kardiovaskular kini menjadi salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian pada penyintas kanker payudara, melampaui penyebab kematian akibat kanker itu sendiri pada kelompok pasien tertentu. Tinjauan ini membahas berbagai jenis efek samping kardiovaskular yang timbul akibat kemoterapi berbasis antrasiklin, terapi penargetan HER-2, terapi endokrin, imunoterapi, serta radioterapi pada kanker payudara. Mekanisme kerusakan yang berbeda-beda menimbulkan spektrum kelainan yang luas, mulai dari disfungsi ventrikel kiri dan gagal jantung yang bersifat ireversibel maupun reversibel, gangguan ritme jantung, penyakit pembuluh darah koroner, hipertensi, hingga kerusakan vaskular jangka panjang. Munculnya bidang kardio-onkologi menegaskan perlunya pendekatan terpadu antara ahli kanker dan ahli jantung untuk melakukan penilaian risiko sebelum pengobatan, pemantauan dini dengan biomarker dan pencitraan, serta upaya perlindungan jantung agar pengobatan kanker dapat berjalan optimal tanpa mengorbankan kesehatan jantung pasien. Kesimpulannya, penanganan kanker payudara tidak boleh hanya berfokus pada pemberantasan sel kanker, melainkan juga harus mempertimbangkan risiko kerusakan jantung agar angka harapan hidup dan kualitas hidup pasien terus meningkat.
No copy data
No other version available