Text
Carotid Body: A New Target for Rescuing Neural Control of Cardiorespiratory Balance in Disease
Buku ini membahas peran tubuh karotis sebagai sasaran pengobatan untuk memulihkan kendali saraf atas keseimbangan jantung–pernapasan saat sakit Badan karotid (CB) bertugas mengatur fungsi ventilasi dan kardiovaskular selama perubahan gas darah arteri. Terlepas dari fungsi penting ini, CB telah terlibat dalam penginderaan sinyal fisiologis lainnya seperti perubahan aliran darah dan kadar glukosa. Lebih penting lagi, kerusakan kemoreseptor CB telah dikaitkan dengan perkembangan dan kemunduran beberapa keadaan penyakit seperti hipertensi, gagal jantung, gagal ginjal, resistensi insulin, diabetes, dan sleep apnea. Meskipun mekanisme yang terlibat dalam perubahan fungsi CB dalam patofisiologi saat ini sedang dalam penelitian intensif, pengembangan pendekatan terapeutik untuk mengembalikan fungsi kemorefleks CB normal masih belum terpecahkan. Studi terbaru yang menunjukkan efek denervasi CB dalam patofisiologi telah mengungkap peran kunci kemoreseptor arteri ini dalam perkembangan ketidakseimbangan otonom dan gangguan pernapasan, dan menyarankan bahwa menargetkan CB dapat mewakili strategi baru untuk meningkatkan hasil penyakit. Sayangnya, farmakoterapi klasik yang dimaksudkan untuk menormalkan fungsi CB mungkin sulit dilakukan karena beberapa jalur seluler terlibat dalam disfungsi CB. Peningkatan kadar angiotensin II, endotelin-1, sitokin, dan radikal bebas bersamaan dengan penurunan oksida nitrat semuanya terkait dengan disfungsi CB. Selain itu, perubahan ekspresi reseptor angiotensin, sintase oksida nitrat, dan sitokin yang terjadi di dalam jaringan CB dalam keadaan patologis juga berkontribusi pada peningkatan penggerak kemorefleks CB. Telah ditunjukkan pada gagal jantung, hipertensi, dan apnea tidur obstruktif bahwa CB menjadi hiper-reaktif secara tonik. Selama perkembangan penyakit, proses fasilitasi kemosensori CB ini menginduksi plastisitas sistem saraf pusat. Kontrol pernapasan otonom yang berubah menyebabkan peningkatan gangguan kardiorespirasi dan memburuknya kondisi. Fokus dari e-book ini adalah untuk membahas peran CB dalam patofisiologi dan untuk memberikan bukti baru tentang jalur yang terlibat dalam potensiasi maladaptif dari fungsi kemorefleks CB. Untuk mengenang Profesor Mashiko Shirahata dan Profesor Constancio Gonzalez. ;;; Badan karotid (carotid body) yang selama ini dikenal secara klasik sebagai kemoreseptor perifer pengindoksigen darah, kini telah bertransformasi menjadi pusat perhatian utama dalam patofisiologi kedokteran modern. Hiperaktivitas badan karotid terbukti berperan signifikan dalam memicu berbagai gangguan kronis seperti hipertensi esensial, gagal jantung kongestif, apnea tidur obstruktif (obstructive sleep apnea), serta disfungsi metabolik melalui pelepasan sinyal simpatis berlebih yang merusak keseimbangan kardiorespirasi (cardiorespiratory balance). Ulasan atau kajian ilmiah ini membahas secara mendalam bagaimana modulasi neural dan intervensi terapeutik. Baik melalui pendekatan farmakologis maupun neuromodulasi bedah (seperti ablasi atau neuromodulasi saraf sinus karotid). Sehingga, dapat menjadi strategi inovatif untuk mereset kembali aktivitas patologis tersebut. Dengan memulihkan kontrol refleks saraf pusat terhadap sistem sirkulasi dan respirasi, pendekatan ini membuka lembaran baru dalam penanganan klinis penyakit kardiorespirasi yang sebelumnya sulit dikendalikan melalui terapi konvensional.
No copy data
No other version available