Text
CD4 T cell differentiation in infection: amendments to the Th1/Th2 axiom
Sel limfosit T CD4⁺ memegang peran sentral dalam pertahanan inang terhadap infeksi bakteri, parasit, dan virus. Selama proses infeksi, di bawah pengaruh sinyal intrinsik melalui interaksi reseptor sel T (TCR)–peptida-MHC serta sinyal ekstrinsik yang dikirimkan oleh sel penyaji antigen, sel T CD4⁺ berproliferasi dan berdiferensiasi menjadi sel T penolong (Th) efektor yang terspesialisasi, yang memproduksi sekumpulan sitokin yang disesuaikan untuk melawan kelompok mikroba tertentu. Konsep keberagaman fungsi sel T CD4⁺ bermula dari penemuan perintis sel Th1 dan Th2 hampir 30 tahun yang lalu. Meskipun paradigma Th1/Th2 telah terbukti bertahan lama, dalam dekade terakhir telah diidentifikasi subkelompok Th tambahan — meliputi Th17, Tfh, Th22, dan Th9. Demikian pula, analisis sel tunggal terhadap profil sitokin dan faktor transkripsi utama menunjukkan bahwa respons sel T CD4⁺ jauh lebih heterogen daripada yang semula diprediksi. Meskipun beberapa pos pemeriksaan spesifikasi sel Th telah dijelaskan, kajian terbaru mengenai regulasi transkripsi dan epigenetik mengungkapkan fleksibilitas yang signifikan selama proses polarisasi sel T CD4⁺. Selain itu, sel Th yang mengekspresikan sitokin dengan fungsi yang saling berlawanan menunjukkan tingkat keragaman tambahan sebagai mekanisme pengaturan diri. Pemahaman terhadap keseimbangan antara kestabilan dan plastisitas sel efektor Th — baik pada inisiasi respons imun maupun pembentukan memori imun — menjadi landasan penting bagi pengembangan strategi imunoterapi dan vaksinasi yang rasional. Kata kunci: sel T CD4⁺, diferensiasi, Th1/Th2, plastisitas sel, imunologi infeksi, sitokin, regulasi transkripsi
No copy data
No other version available