Text
Celiac Disease and Non-Celiac Gluten Sensitivity
Penyakit seliaka (celiac disease) dan sensitivitas gluten bukan seliaka (non-celiac gluten sensitivity/NCGS) merupakan dua kondisi yang berkaitan dengan konsumsi gluten, tetapi memiliki mekanisme dasar dan karakteristik klinis yang berbeda. Penyakit celiac adalah gangguan autoimun yang dipicu oleh gluten pada individu yang memiliki predisposisi genetik, sehingga dapat menyebabkan kerusakan mukosa usus halus dan gangguan penyerapan zat gizi. Sementara itu, NCGS ditandai dengan munculnya gejala gastrointestinal maupun di luar saluran pencernaan setelah konsumsi gluten, tanpa bukti yang memenuhi kriteria diagnosis penyakit celiac atau alergi gandum. Gejala pada kedua kondisi dapat mencakup nyeri perut, kembung, diare, kelelahan, dan penurunan kualitas hidup. Diagnosis yang tepat sangat penting untuk membedakan kedua kondisi tersebut karena pendekatan pemeriksaan dan penatalaksanaannya tidak sepenuhnya sama. Pada penyakit celiac, penerapan diet bebas gluten secara ketat dan seumur hidup merupakan terapi utama untuk membantu pemulihan mukosa usus serta mencegah komplikasi. Pada NCGS, pengaturan konsumsi gluten dilakukan secara individual berdasarkan gejala dan respons pasien, dengan tetap memperhatikan kecukupan zat gizi. Edukasi mengenai pemilihan makanan, pembacaan label pangan, pencegahan kontaminasi silang, dan pemantauan status gizi menjadi bagian penting dalam pengelolaan kedua kondisi. Pemahaman yang komprehensif mengenai perbedaan penyakit celiac dan NCGS diharapkan dapat mendukung diagnosis yang lebih tepat, intervensi diet yang sesuai, serta peningkatan kualitas hidup pasien. Kata kunci: penyakit celiac, sensitivitas gluten non-celiac, gluten, diet bebas gluten, diagnosis, status gizi.
No copy data
No other version available