Text
Cellular Mechanisms of Ototoxicity
Ototoksisitas merupakan kondisi kerusakan pada struktur dan fungsi sistem pendengaran dan keseimbangan akibat paparan obat-obatan atau senyawa tertentu. Koklea, khususnya sel rambut sensorik dan struktur pendukungnya, merupakan salah satu target utama kerusakan akibat ototoksisitas. Berbagai agen ototoksik, termasuk antibiotik aminoglikosida, obat kemoterapi berbasis platinum, dan beberapa senyawa lainnya, dapat memicu serangkaian perubahan seluler dan molekuler yang menyebabkan gangguan fungsi pendengaran. Mekanisme tersebut melibatkan peningkatan produksi reactive oxygen species (ROS), gangguan fungsi mitokondria, stres oksidatif, aktivasi jalur inflamasi, serta gangguan homeostasis ion dan kalsium. Kondisi tersebut selanjutnya dapat mengaktifkan jalur kematian sel, termasuk apoptosis, nekrosis, dan mekanisme kematian sel terprogram lainnya, yang pada akhirnya menyebabkan kehilangan atau kerusakan sel rambut koklea. Selain itu, interaksi antara obat ototoksik dengan faktor genetik dan lingkungan dapat memengaruhi tingkat kerentanan individu terhadap kerusakan pendengaran. Pemahaman mengenai mekanisme seluler dan molekuler ototoksisitas menjadi penting untuk mengembangkan strategi pencegahan dan terapi yang dapat melindungi sel rambut dari kerusakan. Penelitian mengenai antioksidan, modulasi jalur kematian sel, perlindungan mitokondria, serta pendekatan regeneratif berpotensi menghasilkan intervensi baru untuk mengurangi dampak ototoksisitas. Dengan demikian, pemahaman yang lebih mendalam mengenai mekanisme ototoksisitas dapat mendukung pengembangan terapi otoprotektif tanpa mengurangi efektivitas pengobatan utama. Kata kunci: ototoksisitas, sel rambut koklea, stres oksidatif, ROS, apoptosis, mitokondria, gangguan pendengaran
No copy data
No other version available