Karya digital yang inovatif ini mengundang pembaca untuk membayangkan Islam secara baru. Melampaui pendekatan teologis, nativis, dan orientalis konvensional, Shahzad Bashir melepaskan Islam dari identifikasi geografis dengan Timur Tengah, artikulasi melalui otoritas laki-laki saja, dan asumsi bahwa ekspresi pramodern lebih otentik Islami daripada yang modern. Berfokus pada waktu sebagai konstru…