Text
A Philosophy of Israel Education; A Relational Approach
Karya ini menawarkan kerangka filosofis baru bagi pendidikan tentang Israel di tengah dinamika politik dan identitas yang semakin kompleks. Penulis menolak model pendidikan indoktrinatif atau sekadar penyampaian informasi faktual, dan sebagai gantinya mengusulkan "Pendekatan Relasional" (Relational Approach). Inti dari pendekatan ini adalah membangun hubungan pribadi yang bermakna antara peserta didik dengan subjek "Israel"—yang dipahami bukan hanya sebagai entitas politik (negara), tetapi juga sebagai ide, narasi sejarah, dan identitas budaya. Buku ini mengeksplorasi dimensi etika, pedagogi, dan sosiologis dari pendidikan Israel. Penulis berargumen bahwa pendidikan yang efektif harus mencakup keragaman suara, memfasilitasi dialog yang jujur tentang konflik, dan menghargai otonomi intelektual peserta didik. Dengan menekankan hubungan yang dinamis daripada doktrin yang statis, karya ini bertujuan untuk menciptakan model pendidikan yang mampu memperkuat identitas Yahudi kontemporer sekaligus mempromosikan pemikiran kritis di dunia yang pluralistik. ;;; Buku ini menyimpulkan bahwa masa depan pendidikan Israel bergantung pada kemampuan pendidik untuk beralih dari pengajaran tentang "apa itu Israel" menuju pengembangan "bagaimana peserta didik berhubungan dengan Israel." Poin-poin utama kesimpulannya adalah: 1. Hubungan sebagai Inti: Hubungan personal dan emosional (relationship) merupakan fondasi yang lebih kuat bagi keberlanjutan identitas daripada sekadar loyalitas politik atau pengetahuan kognitif. 2. Penerimaan terhadap Kompleksitas: Pendidikan Israel yang sehat harus berani menghadapi kontradiksi dan kerumitan realitas di lapangan tanpa harus kehilangan keterikatan nilai dengan subjek tersebut. 3. Peran Pendidik sebagai Fasilitator: Pendidik tidak berfungsi sebagai penyampai kebenaran tunggal, melainkan sebagai pemandu yang membantu peserta didik menavigasi narasi-narasi yang berbeda dalam membangun koneksi pribadi mereka. 4. Otonomi Peserta Didik: Kesimpulan akhir menekankan bahwa pendidikan yang sejati harus memberikan ruang bagi peserta didik untuk memiliki agensi dalam mendefinisikan apa makna Israel bagi kehidupan mereka sendiri di era modern.
No copy data
No other version available